Mindset
Mindset adalah kecenderungan untuk menemukan, mengevaluasi dan memanfaatkan peluang. Point penting dalam mindset kewirausahaan adalah pola pikir dalam bentuk pengetahuan-pengetahuan yang sudah
tertanam dalam kognitif manusia. Pola pikir terjadi melalui pengalaman atau pengetahuan yang disadari ataupun tidak disadari akibat adanya interaksi manusia dalam mempertahankan hidup.
Mindset kewirausahaan menghantarkan mahasiswa dalam usaha mencari peluang, memahami sumber-sumber peluang yang muncul saat berinteraksi didalam proses pembelajaran yang dilakukan di dalam ataupun
di luar sehingga mdapat melihat nilai dari suatu objek. Penanaman mindset kewirausahaan dalam proses pembelajaran ditujukan untuk mencari nilai dari sesuatu bahan kajian yang di perkenalkan kepada mahasiswa.
Seperjalanan waktu proses pembelajaran yang sedang berlangsung memperkenalkan kepada mahasiswa pencarian peluang untuk berpikir kreatif, bertoleransi, kolaborasi dan berinovasi (Bosman, 2018):
- Peluang
- Mensintesis ide atau gagasan
- Melakukan penyelidikan untuk mencobakan ide dan gagasannya dalam penyeidikan
- Berpikir kreatif dan inovatif
Self-Effcacy
Self-efficacy adalah keyakinan individu pada kemampuannya untuk menghasilkan tindakan yang diarahkan pada tujuan tertentu. Dalam kata lain, self- efficacy adalah kepercayaan diri individu dalam kemampuannya
untuk melakukan tugas atau mengatasi tantangan dalam situasi tertentu. Self-efficacy didasarkan pada pengalaman, keterampilan, dan kemampuan individu untuk mengatasi rintangan yang dihadapi.
Self-efficacy juga dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti dukungan sosial dan umpan balik dari orang lain (Gunawan, 2020).
Self efficacy dalam mindset kewirausahaan dimaknai sebagai suatu keyakinan terhadap kemampuan individu atau dirinya sendiri di dalam melakukan suatu kegiatan berusaha yang terkait dengan suatu tugas tertentu.
Keyakinan atau kepercayaan diri yang ada dalam diri manusia merupakan modal mental kejiwaan yang perlu di asah saat proses pembelajaran berlangsung.
Pengetahuan dan keterampilan memanfaatkan ide atau gagasan yang ada disekitar lingkungan akan berakibat baik untuk keberhasilan pembelajaran.
Apabila self efficacy yang ada pada diri seseorang tinggi akan berdampak pada minat untuk melakukan sesuatu usaha yang terkait pada kewirausahaan (Miranda, Chamorro-Mera, & Rubio, 2017).
Menurut Asimakopoulos et al., (2019) Karakteristik self-efficacy dalam mindset kewirausahaan dapat dibagi menjadi beberapa hal, antara lain:
- Keyakinan dalam kemampuan: Orang yang memiliki self-efficacy yang tinggi percaya bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memulai dan mengelola bisnis dengan baik, bahkan dalam situasi yang sulit.
- Motivasi: Keyakinan dalam kemampuan dapat meningkatkan motivasi untuk memulai dan menjalankan bisnis. Orang yang memiliki self-efficacy yang tinggi akan lebih termotivasi dalam mengambil risiko dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis mereka.
- Kemampuan untuk mengatasi hambatan: Orang yang memiliki self-efficacy yang tinggi cenderung memiliki kemampuan untuk mengatasi hambatan dan rintangan dalam mengembangkan bisnis mereka. Mereka melihat hambatan sebagai tantangan yang dapat diatasi dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.
- Kemandirian: Self-efficacy juga dapat meningkatkan kemandirian dalam mengambil keputusan yang tepat dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam bisnis. Orang dengan self-efficacy yang tinggi cenderung lebih percaya diri dalam mengambil keputusan dan bertindak dengan cepat dalam situasi yang menuntut.
- Optimisme: Orang dengan self-efficacy yang tinggi cenderung lebih optimis dalam melihat masa depan bisnis mereka. Mereka percaya bahwa mereka dapat mencapai tujuan yang ditetapkan dan mencapai kesuksesan dalam bisnis mereka.
Kemandirian
Kemandirian merujuk pada kemampuan individu untuk bertindak dan mengambil keputusan secara mandiri, tanpa bergantung pada orang lain untuk mendapatkan bantuan atau dukungan.
Kemandirian juga melibatkan kemampuan individu untuk merencanakan dan mencapai tujuan mereka sendiri, serta mengatasi hambatan dan rintangan yang mungkin muncul dalam proses mencapai tujuan tersebut
(Saragih & Kurniawan, 2022). Kemandirian dapat diterapkan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan pribadi. Individu yang mandiri cenderung memiliki
kemampuan untuk bekerja secara efektif dalam lingkungan yang berbeda, beradaptasi dengan perubahan dan tantangan yang muncul, serta memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan
yang tepat (Kowo & Akanmu, 2021).
Kemandirian juga melibatkan kemampuan untuk mengendalikan emosi dan perilaku sendiri, serta bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan yang diambil. Hal ini penting dalam mengembangkan rasa percaya diri
dan kepercayaan pada diri sendiri, yang dapat membantu individu mencapai tujuan mereka dengan lebih efektif dan efisien. Secara umum, kemandirian adalah keterampilan dan sikap yang sangat penting dalam kehidupan,
terutama dalam menghadapi perubahan yang tidak terduga dan tantangan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari (Veronika & Yustinus, 2022).
Menurut Ren et al., (2018) Beberapa karakteristik kemandirian dalam mindset kewirausahaan antara lain:
- Mandiri dalam pengambilan keputusan: Seorang pengusaha yang mandiri memiliki kemampuan untuk membuat keputusan secara independen, berdasarkan pada analisis data dan informasi yang tersedia, serta mempertimbangkan risiko dan peluang yang ada.
- Berani mengambil risiko: Kemandirian melibatkan kemampuan seorang pengusaha untuk mengambil risiko dalam bisnis mereka, termasuk mengambil keputusan yang berani dan inovatif dalam menghadapi persaingan pasar.
- Kreatif dalam berpikir: Seorang pengusaha yang mandiri memiliki kemampuan untuk berpikir secara kreatif, mengembangkan ide-ide baru, dan menemukan solusi kreatif untuk masalah yang muncul dalam bisnis mereka.
- Bertanggung jawab atas tindakan: Seorang pengusaha yang mandiri mengambil tanggung jawab atas keputusan dan tindakan yang mereka ambil dalam bisnis mereka, serta memiliki kemampuan untuk memperbaiki kesalahan dan belajar dari pengalaman.
- Adaptif terhadap perubahan: Kemandirian juga melibatkan kemampuan seorang pengusaha untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi dalam pasar dan lingkungan bisnis.
- Percaya pada diri sendiri: Seorang pengusaha yang mandiri memiliki keyakinan pada diri sendiri, kemampuan mereka untuk memimpin dan mengelola bisnis dengan sukses, serta mampu mengatasi hambatan dan rintangan yang muncul dalam perjalanan bisnis mereka
- Berorientasi pada tujuan: Kemandirian melibatkan kemampuan seorang pengusaha untuk menetapkan tujuan yang jelas dan mencapai tujuan tersebut dengan tekad dan fokus yang kuat.
Berpikir Kreatif
Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru atau solusi-solusi yang tidak konvensional dalam mengatasi masalah atau menyelesaikan tugas tertentu. Berpikir kreatif melibatkan kemampuan untuk
melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda dan memperluas batasan-batasan pemikiran yang ada. Kemampuan berpikir kreatif dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang, termasuk bisnis, seni, teknologi, dan sains
(Fachbereich & Universität, 2021).
Dalam berpikir kreatif, seorang pengusaha perlu memiliki kemampuan untuk melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda dan memperluas batasan-batasan pemikiran yang ada. Selain itu, pengusaha juga perlu memiliki
kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai ide dan konsep yang berbeda menjadi solusi yang inovatif. Pengusaha yang memiliki mindset berpikir kreatif juga akan terus belajar dan mencari inspirasi dari lingkungan
sekitar mereka.
Dalam melakukan berpikir kreatif, seorang pengusaha juga dapat melibatkan tim kerjanya untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam menghasilkan ide-ide baru. Selain itu, pengusaha juga dapat menggunakan teknik-teknik
kreativitas seperti brainstorming, mind mapping, atau design thinking dalam menghasilkan ide-ide baru. Secara keseluruhan, berpikir kreatif merupakan karakteristik penting dalam mindset kewirausahaan yang dapat
membantu pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya dan memenangkan persaingan di pasar yang semakin ketat (Rafiki, Nasution, Rossanty, & Sari, 2023).
Menurut Bismala, (2021) Berikut adalah beberapa karakteristik berpikir kreatif dalam mindset kewirausahaan:
- Fleksibel dan terbuka, Pengusaha yang berpikir kreatif cenderung fleksibel dan terbuka terhadap ide-ide baru. Mereka tidak terpaku pada cara-cara lama atau tradisional dalam melakukan bisnis, melainkan selalu mencari cara baru untuk memperbaiki dan meningkatkan bisnis mereka.
- Berani Mengambil Risiko Berpikir kreatif juga membutuhkan kemampuan untuk mengambil risiko. Pengusaha yang berpikir kreatif tidak takut mencoba hal-hal baru, bahkan jika itu berarti mengambil risiko yang besar. Mereka percaya bahwa risiko yang diambil akan membawa peluang besar untuk kesuksesan bisnis.
- Berorientasi pada solusi pengusaha yang berpikir kreatif selalu berorientasi pada solusi, bukan masalah. Mereka cenderung berfokus pada cara-cara untuk mengatasi tantangan yang dihadapi bisnisnya daripada terjebak dalam masalah dan keluhan.
- Terbuka terhadap Kolaborasi Pengusaha yang berpikir kreatif cenderung terbuka terhadap kolaborasi dengan orang lain. Mereka mengakui bahwa mereka tidak tahu segalanya dan selalu terbuka terhadap pendapat dan ide dari tim kerja atau bahkan orang lain di luar perusahaan.
- Berpikir Out of the Box Berpikir kreatif membutuhkan kemampuan untuk berpikir out of the box, atau berpikir di luar batas-batas pemikiran yang lazim. Pengusaha yang berpikir kreatif cenderung mencari ide-ide yang unik dan tidak biasa dalam mengembangkan bisnisnya.
- Inovatif dan Kreatif Pengusaha yang berpikir kreatif juga cenderung inovatif dan kreatif dalam menghasilkan ide-ide baru. Mereka dapat menggabungkan berbagai ide dan konsep yang berbeda untuk menghasilkan solusi yang inovatif dan efektif.